Siapa Kami?
Eye Vitamin Food (eyevitaminfood.info) adalah publikasi edukasi gizi digital independen yang berfokus pada pembahasan vitamin dan mikronutrien alami dalam makanan sehari-hari. Kami didirikan atas kepedulian terhadap maraknya misinformasi kesehatan di ruang digital Indonesia—khususnya klaim berlebihan yang menjanjikan bahwa mengonsumsi jus atau produk tertentu dapat menyembuhkan kelainan refraksi dan penyakit mata degeneratif.
Kami beroperasi di bawah payung identitas kolektif Redaksi Eye Vitamin Food, yang terdiri dari pemerhati literasi gizi keluarga, peminat kuliner sehat nusantara, dan komunikator sains publik.
Prinsip Editorial Kami
- Pendekatan Pangan Alami (Food-First Approach): Kami meyakini bahwa zat gizi bekerja paling harmonis saat diserap dari makanan utuh (whole foods)—seperti sayuran daun hijau, umbi-umbian, buah tropis, ikan, telur, dan kacang-kacangan lokal.
- Kepatuhan terhadap Bukti Ilmiah: Seluruh artikel kami merujuk pada prinsip biokimia gizi yang diakui secara luas, literatur kesehatan masyarakat, serta data komposisi pangan resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
- Transparansi Batasan Nutrisi: Kami secara tegas menyatakan bahwa makanan bergizi mendukung pemeliharaan fungsi biologis penglihatan normal, namun tidak dapat menyembuhkan mata minus, katarak, atau menggantikan peran dokter spesialis mata (Sp.M).
- Bebas Promosi Obat & Suplemen Kapsul: Kami tidak menjual suplemen vitamin mata, tidak terafiliasi dengan pabrik farmasi, dan secara ketat melarang penampilan visual pil/tablet/kemasan obat di seluruh situs kami.
Mengapa Berfokus pada Pangan Lokal Indonesia?
Banyak masyarakat berasumsi bahwa makanan ramah mata harus berharga mahal seperti buah berry subtropis atau ikan impor. Padahal, Indonesia memiliki komoditas luar biasa: ikan kembung kaya omega-3, daun kelor dan bayam yang melimpah lutein, jambu biji ber-vitamin C tinggi, serta tempe yang kaya mineral seng. Misi kami adalah mendemokratisasi akses informasi gizi agar dapat dipraktikkan oleh keluarga di seluruh pelosok Indonesia tanpa membebani ekonomi rumah tangga.